Minggu, 22 Maret 2009

MADING PARTAI


MADING PARTAI

Waktu mau berangkat ke kantor tergerak hati untuk ambil kamera digital memotret  spanduk para caleg partai pada dinding sebuah pabrik. Teringat waktu sekolah dulu tentang MADING (Majalah Dinding) yang berisi tentang informasi sekolah maupun karya tulis ataupun puisi hasil karya siswa sekolah.

Mau diterima atau tidak rakyat Indonesia per lima tahun sekali akan selalu mengalami nuansa seperti ini. Bila diperhatikan gambar di atas tidak ada keindahan yang dapat kita rasakan, mungkin mata kita selama masa kampanye  merasa lelah dengan atribut-atribut partai yang ditempel tanpa estetika dan dipasang seenaknya saja yang penting ada tempat untuk ditempel.

Mungkin perlu diusulkan untuk pemilu berikutnya  ada tempat khusus untuk para caleg dan partainya untuk mensosialisasikan ke masyarakat, sehingga masyarakat yang peduli dan ingin tahu tentang wakilnya dapat melihatnya.

Bila kita pikirkan mengapa caleg harus buang-buang duit untuk membuat baleho, umbul-umbul dan sebagainya hanya untuk media sosialisasi dan umbar janji. Kalau memang calegnya sudah terkenal di masyarakat dengan kepribadiannya, kepemimpinannya dan pengabdiannya terhadap masyarakat saya rasa tidak perlu lagi mensosialisakan dirinya, hanya caleg karbitan saja yang melakukan hal tersebut.