Saturday, November 18, 2017

Arsitektur Vernakular di Akanoma Studio

Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang berasal dari kebutuhan lokal dengan bahan-bahan yang tersedia di daerah tersebut yang merupakan kearifan lokal. Arsitektur vernakular identik dengan bangunan rakyat yang asli yang dibangun tanpa campur tangan arsitek, yang hanya berdasarkan pengalaman para pekerjanya.

Sebuah tantangan menarik bagi seorang arsitek untuk mencoba menggali arsitektur vernakular yang sangat banyak di Indonesia. Bersama mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Arsitektur mata kuliah Perancangan Arsitektur 2 kami berangkat pada hari jumat tanggal 17 Nopember 2017 untuk ke studionya Yu Sing yang terkenal dengan penggunaan bambu pada desainnya.

Kami sampai di Akanoma Studio sore hari dan disambut oleh pemiliknya langsung yang hamble dan ramah. Studio ini dibuat dengan budged yang rendah dengan menggunakan material bekas dan tentunya elemen bambu lebih mendominasi desain studio ini.

Yang unik terdapat bangunan joglo di lantai atas yang ditopang oleh pondasi beton (yang biasanya bangunan joglo berada di bawah tanah). Bangunan Joglo ini adalah bangunan lama yang digunakan sebagai ruang studio Yu Sing. Menarik juga bahwa Yu sing membagi ruang untuk tempat interaksi dengan masyarakat dengan menyediakan ruang di lantai bawah, yang dapat digunakan untuk umum.

Mungkin hanya sedikit info dalam bentuk kata-kata dan untuk selanjutnya dapat dilihat dari gambar-gambat di bawah ini:

































 

Wednesday, November 15, 2017

Railling Tangga dan Balkon serta Pintu dari Besi Tempa

Rumah klasik ini bergaya klasik kolonial dengan cat semuanya berwarna putih yang berkesan elegant. Railling tangga, balkon dan pintu pagar depan menggunakan besi tempa dengan warna hitam yang memberikan nuansa lebih glamor dan tidak membosankan karena dominasi cat putih pada dinding.

Desain umtuk besi tempanya tidak terlalu klasik akan tetapi lebih simpel dengan motif floral dengan finishing warna hitam doff dengan sistem semprot. Proyek ini berada di daerah Bintaro sektor 9 dengan client yang bersahaja dan ramah. Untuk hasilnya dapat dilihat di bawah ini:







Monday, November 6, 2017

Proses Pemasangan Lemari Dapur

Kali ini saya mencoba menulis sesuatu yang beda mungkin ini adalah sebagai pengalaman dan juga sebagai curhat dalam proses pemasangan furniture, yang kebetulan saya bahas kali ini adalah pemasangan lemari dapur.

Untuk proses desain pada umumnya saya tidak bermasalah asalkan saya dapat mengetahui selera atau keinginan dari pemilik rumah dan dengan mudah saya dapat wujudkan desainnya. Hanya sedikit sih yang butuh ekstra desain dan tentunya berubah lagi dan gambar lagi deh. Tapi tantangan terberatnya adalah di akhirnya yaitu nego harga hehehe. Untuk harga mau untung besar atau kecil tuh.

Proyek kali ini adalah proyek pembuatan kitchen set di daerah Tangsel yang merupakan dapur kotor dengan ukuran tidak terlalu luas. Perlu dipahami bahwa proses pemasangan lemari dapur ada saja kendala dan ini menjadi pengalaman yang unik di setiap proyek. Saya coba untuk membahas kendala yang kami hadapi untuk salah satu proyek kami :

  1. Pemasangan pada awalnya lancar jaya, setelah terpasang saya ingatkan ke tukang kalau ada lampu dibawah lemari atas dapur. Dan dengan terpaksa dibongkar lagi lemari atasnya dan harus cari arus listrik dan yang diambil dari stop kontak yang telah ada. Lanjut untuk lemari yang disampingnya (yang ada zink) ditarik kabel dari atas plafond. Masalah pun terselesaikan untuk lampu dan ehaust, tetapiiii lampunya tidak dibawa dan tertundalah untuk pemasangan lampu.
  2. Untuk marmer sudah disiapkan dengan matang dan sesuai ukuran, akan tetapi tetap saja tidak presisi dan harus dipotong dan ini sudah memakan waktu yang cukup lama
  3. Pemasangan zink juga bukan merupakan hal yang mudah, apalagi ditambah peralatan yang belum lengkap sehingga harus hunting dulu ke toko
  4. Desainnya seharusnya full plafond dengan topi lemarinya adalah list gypsum karena sudah terlanjur dibuat topi lemari dari kayu dan dipasanglah dan ternyata cukup bagus juga.
  5. Total waktu yang dikerjakan untuk pengerjaan pemasangan dapur ini sekitar 8,5 jam dari jam 13.00 wib s/d 20.30 wib.
  6. Beruntungnya saya mempunyai tukan yang multi talenta bukan hanya bisa membuat kitchen set saja tetapi juga bisa listrik dan granit
Itulah pengalaman saya mendampingi tukang memasang lemari dapur dan sebuah kepuasan yang tak terkira apabila client cukup puas dengan desain dan hasil buatan kami.

Awal design

Pemasangan lemari atas

Pelubangan zink lemari bawah

Ini mas Tisno yang sedang potong marme

Sudah nampak terlihat hasilnya

Pasang pembuangan dan saluran air di zink

Alhamdulillah selesai

Zink sudah terpasang

Tampak dapur dari sudut lain

Profil marmer

Profil pintu dan dudukan lampu

Rak piring gantung stainless steel


Tempat tabung gas

Rak botol dan bumbu

Profil pintu lemari






Saturday, October 28, 2017

Dapur yang Simple dan Bersih

Dapur untuk jaman "now" sudah berubah cara memandangnya. Dapur bukan lagi tempat yang kotor dan letaknya di belakang rumah tapi untuk sekarang dapur bisa diletakkan di depan atau diperlihatkan dengan jelas bagi tamu yang datang.
Untuk pemilihan warna lemari dapur tidak harus warna gelap agar mudah dibersihkan tetapi warna putih pun dapat dipilih yang memberikan kesan yang luas bagi ruang dapur.

Proyek dapur kali ini berada di Cibubur dengan finishing warna putih duco semi glossy dengan model yang simple dan tanpa handle yang biasa dipasaran dijual tapi dibuat tarikan yang mudah jari tangan untuk membuka pintu dan laci. Backplast menggunakan keramik putih bevel ukuran 7,5 x 15 cm. Untuk table top menggunakan granik blackgold warna hitam yang memberikan kesan elegan.

Dapur ini terdapat juga island sebagai tempat pengolahan atau persiapan memasak. Pada lantai keramik dipasang granit tile warna cokelat dengan motif kayu yang dipasang seperti pemasangan parket. Dengan pemilihan bentuk dan warna seperti ini, dapur terlihat luas, berkesan bersih dan elegan.

Desain :


Hasil pekerjaan :