Saturday, April 23, 2011

Memilih Sofa yang Pas


MEMILIH SOFA YANG PAS
Oleh : Ir. Ichlash Damai Asia, MBA 
                              
Pemilihan sofa sangatlah penting karena akan mempengaruhi keindahan sebuah ruang. Pemilihan sofa haruslah disesuaikan dengan konsep ruangan apakah minimalis ataukah klasik, karena dengan pemilhan sofa yang sesuai dengan konsep dapat membuat ruang menjadi indah dan menarik.

Pemilihan bahan sofa juga merupakan hal yang penting, apakah akan memilih sofa dengan bahan dasar kain atau fabric. Bahan sofa dari kain memberikan kesan teduh dan nyaman sedangkan bahan fabric memberikan kesan elegan dan mewah. Pemilihan warna harus sesuai dengan tema ruang yang ada dan sesuaikanlah kekontrasan warnanaya.

Pemilihan bentuk sofa sebaiknya disesuaikan dengan fungsi ruang. Untuk ruang tamu yang mungil pilihlah sofa 2+1 seater, sedangkan untuk ruang tamu besar dapat memilih sofa 3+2+1 seater atau 3+2+1+1 seater.  Untuk ruang keluarga dapat dipilih model sofa leteer L sehingga kita dapat santai bercengkrama dengan keluarga ataupun menonton televisi. 

Thursday, April 14, 2011

Garasi dan Carport


GARASI DAN CARPORT
Oleh : Ir. Ichlash Damai Asia, MBA 
(Diterbitkan di Satelit News Tanggal 16 April 2011)
                              
Garasi dan carport mempunyai fungsi yang sama yaitu tempat memarkir mobil. Perbedaannya adalah kalau garasi adalah ruang tertutup rapat dan menyatu dengan bangunan rumah, sedangkan carport terletak pada halaman rumah yang sifatnya terbuka dan biasanya carport dilengkapi atap agar menghalangi panas dan hujan.

Carport merupakan bagian dari garasi. Mereka yang memiliki garasi pastilah mempunyai carport sedangkan yang mempunyai carport belum tentu mempunyai garasi. Keterbatasan lahan merupakan faktor utama sehingga kebutuhan akan carport, garasi atau keduanya sangatlah penting.

Karena garasi merupakan bagian dari bangunan rumah maka perlu pertimbangan khusus terutama dalam strukturnya, sedangkan carport karena terpisah dengan bangunan rumah maka untuk struktur bisa berdiri sendiri. Akan tetapi perencanaan garasi dan carport tetaplah penting agar tampak rumah yang dihasilkan indah dan menarik.


Kamar Mandi Sehat


KAMAR MANDI SEHAT
Oleh : Ir. Ichlash Damai Asia, MBA 
(Diterbitkan di Satelit News Tanggal 9 April 2011)
                              
Kamar mandi sehat adakah kamar mandi yang memperhatikan sirkulasi udara dan pencahaayaan. Dengan adanya bukaan berupa jendela maka terjadi sirkulasi udara sehingga kamar mandi tidak menjadi bau. Adanya jendela pula sinar matahari masuk sehingga kamar mandi terhindar dari lembab.

Bila terpaksa dalam merenovasi kamar mandi tidak bisa dibuat jendela, bisa dibuat kisi-kisi pada pintu masuk atau dipasang exhaust fan. Dalam pemilihan keramik kamar mandi seabaiknya dipilih yang berjenis “unpolish” yang tidak licin agar tidak mudah tergelincir.

Pembagian antara daerah basah (bathtub dan shower) dan daerah kering (wastafel dan closet) sangatlah diperlukan agar penataan fungsi dan kegiatan kamar mandi mnjadi lebih nyaman.





Wednesday, April 6, 2011

Trotoar Tempat "Produksi Manusia"




Trotoar adalah tempat lintasan pejalan kaki yang berada pada pinggir (kiri dan kanan) jalan kendaraaan. Tentunya dengan adanya trotoar keselamatan pejalan kaki terjaga sehingga tidak terpengaruh dengan hiruk pikuknya kendaraan yang sedang melaju. Hanya saja sangat disayangkan trotoar yang dibuat oleh pemerintah yang dananya dari pajak rakyat sebagian sudah beralih fungsi.

Cobalah perhatikan banyak trotor dijadikan tempat usaha seperti warung rokok, tambal ban, pangkalan ojek dan juga dijadikan tempat parkir kendaraan. Belum lagi bila macet banyak motor yang mengambil jalan pintas dengan naik melewati trotoar. Perhatikan juga pada shopping mall yang berskala menengah umumnya pada bagian depannya terutama trotoarnya dipakai untuk berjualan dari tukang bakso, ketoprak sampai jualan balon.


Trotoar seharusnya nyaman untuk dilintasi sehingga kita tidak merasa khawatir tertabrak oleh kendaraan bermotor. Tinggi trotoar haruslah nyaman sehingga dapat dipergunakan bagi orang tua dan juga penyandang cacat. Trotoar yang berkualitas memperhatikan pejalan kaki dengan menghormati masyarakat bawah dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kendaraan.

Banyak trotoar dibuat pemerintah daerah hanya menarik diawal saja setalah beberapa bulan lusuh, rumput sudah mulai tumbuh dan pedagang dengan enaknya “mangkal” di atas trotoar. Satu yang mangkal lama kelamaan mengajak teman, tadinya sendiri kemudian menikah dan punya anak dalam warung kecil ukuran 1×2 meter (trotoar beralih fungsi sebagai “produksi manusia”).

Perlunya pengawasan dari instansi terkait tentang trotoar sangatlah penting dan tidak lepas juga dukungan dari masyarakat. Masyarakat haruslah memahami bahwa trotoar sangatlah penting bagi pejalan kaki dan memberikan nilai keindahan bagi sebuah kota. Trotoar itu………..tukang tambal ban, pangkalan ojek, tukang rokok dan hmmmmm produksi manusia.


Dapat juga dibaca di sini :

Tuesday, April 5, 2011

Catatan Seorang Arsitek Yang Gelisah


Saya berpendapat seperti kejadian banjir, tanah longsor, demontrasi bahkan timbulnya kemiskinan adalah ulah arsitek. Arsitek sekarang sudah melupakan rakyat kecil dan dipikirkannya hanyalah uang dari pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan semata.  Gedung, mall dan kompleks perumahan berdiri dengan megahnya, menampilkan arsitektur yang egois dan semua ingin terlihat menarik yang pada akhirnya hanya merusak pandangan. Arsitek sekarang bertuan pada mereka yang mampu membayar sedangkan bagi golongan menengah ke bawah tak mungkin dapat memanfaatkan jasa arsitek. Arsitek seperti inilah yang harusnya sadar bahwa kepentingan rakyat haruslah diuatamakan walaupun harus kita sadari ini merupakan hal manusiawi tentang kebutuhan hidup. Ironisnya arsitek ini adalah idola mahasiswa bahkan itu adalah dosennya sendiri.

Lihatlah banyak mall berdiri dengan megahnya dan sang arsitek dengan bangganya mengatakan inilah hasil karya saya. Apakah karya seorang arsitek hanya dilihat dari sosok bangunannya tetapi lingkungannya tidak diperhatikan bahkan rakyat kecil yang telah lama tingga di lahan tersebut akhirnya tergusur.  Dalam proses desain memperhatikan analisa tapak atau lingkungan, apakah proses ini dilewatkan atau analisa ini sudah ada tapi kalah oleh kemauan pengusaha. Coba perhatikan banyak mall yang berdiri menimbulkan kemacetan, menghambat orang untuk bekerja dan berapa panjang tulisan yang akan kita tulis tentang keluhan pengguna jalan selama mall itu masih berdiri.  Kalau ini disebut dosa haruskah ditanggung oleh arsiteknya ?.

Pembangunan mall yang besar dan megah merupakan hiasan semu karena dibalik proses pembangunannya banyak rakyat jelata yang tergusur tanpa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, belum lagi pedagang kecil harus bersaing dengan pedagang besar hingga akhirnya skor kemiskinan bertambah. Bukankah lebih baik merevitalisasi pasar tradisional yang nyaman tanpa konotasi becek, bau dan kampungan.

Lahan-lahan produktif dijelma oleh arsitek “pesuruh”  hingga tercipta kompleks perumahan yang eklusif bebas banjir tapi membuat banjir di daerah lain atau terjadi longsor di sekitar kompleks tersebut. Inikah desain yang dibanggakan itu, sebuah kebanggana di atas penderitaan rakyat. Ternyata desain seorang arsitek juga menimbulkan keresahan di masyarakat bahkan menimbulkan demontrasi salah satunya adalah rencana pembangunan gedung baru DPR. Organisasi IAI (Ikatan arsitek Indonesia) sendiri menganjurkan agar pembangunan gedung tersebut di tunda karena perlu dikaji alasan penambahan ruang sehingga akhirnya diperlukan pembangunan gedung baru dan juga perlu proses perancangan yang transparan apalagi ini adalah bangunan publik. Belum lagi tuduhan ditujukan kepada arsitek gedung DPR yang baru sebagai plagiat karena bangunannya mirip dengan Gedung Kongres negara Cile. Akhirnya semua kembali kepada diri arsitek masing-masing dan saya dalam kegelisahan mencoba tetap berkarya.

Dapat juga dibaca di sini :
http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/31/catatan-seorang-arsitek-yang-gelisah/






Walk In Closet

WALK IN CLOSET
Oleh : Ir. Ichlash Damai Asia, MBA 
(Diterbitkan di Satelit News tanggal 02 April 2010)
                              
Biasanya kamar tidur yang besar mempunyai walk in closet.  Walk in closet adalah ruang penghubung antara ruang tidur dengan kamar mandi. Ukuran walk in closet minimal berukuran 2x2 m agar nyaman untuk penggunaannya.

Walk in closet merupakan tempat penyimpanan pakaian, sepatu dan tas. Pada walk in closet dibuat wardrobe dan lebih baik lagi bila di buat lemari built in. Dengan adanya lemari terasa mempunyai butik sendiri karena koleksi pakaian anda tersimpan dengan rapih.

Lemari pakaian dapat dibuat tertutup dengan adanya pintu-pintu atau dapat juga dengan sistem terbuka sehingga barang-barang yang ada terlihat seperti sebuah display toko. Dalam membuat lemari pakaian perlu dipikirkan penempatan untuk pakaian yang digantung, jas, dasi, pakaian dalam, tas dan juga bed cover agar terlihat rapih dan mudah bila mencari barang yang dibutuhkan.




Saturday, March 26, 2011

Warna sebagai Pembatas Imajiner


WARNA SEBAGAI PEMBATAS IMAJINER


Sebuah tantangan tersendiri bagi saya ketika disodorkan untuk mendesain kamar anak rumah tinggal bapak Petrus di daerah Jakarta Barat. Tantangannya di sini adalah bagaimana mendesain satu kamar tidur anak yang nantinya akan ditempati satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Keterbatasan lahan memungkinkan bagi orang tua menempatkan anak mereka dalam satu kamar. Dari komunikasi dengan pemilik rumah bahwa anak pertamanya perempuan kelas 3 SD dan anak ke-2 adalah laki-laki masih sekolah di TK.

Awal pertama desain adalah bagaimana memberikan batasan kepemilikan antara anak laki-laki dan perempuan dan warna yang cocok untuk keduanya. Warna biru saya ambil agar berkesan teduh dan macho mewakili anak laki-laki sedangkan warna merah jambu berkesan feminim dan ceria mewakili anak perempuan. Sehingga ruangan didominasi warna keduanya dari wardrobe, bed sampai dengan curtain.














Perbedaan warna memberikan batasan imajiner yang menunjukkan bahwa ini adalah daerah saya dan itu adalah daerah kamu. Hal ini dibedakan pada warna bed dan spreinya. Bed anak laki-laki berwarna biru sedangkan bed anak perempuan berwarna merah jambu (pink). Ukuran ruang adalah 3 x 4 meter sehingga perlu pemanfaatan ruang secara maksimal. Untuk wardrobe dibuat pintu sliding dan meja belajar diletakkan di ujung bed tanpa kursi belajar. Kursi belajarnya adalah bednya itu sendiri. Di atas headboard bed diletakkan ambalan tempat menaruh piala-piala atau mainan. Terakhir untuk merangsang kreatifitas anak ditempellah wallpaper dengan motif anak dengan dominan warna biru karena bila dua warna saya gunakan yaitu biru dan pink akan berkesan ramai.